Selasa, Maret 10, 2015

[Scouting] PERSAMI


Yogyakarta, 2015

Hm.. Gue berharap pagi ini adalah akhir dari minggu-minggu yang melelahkan. #soksibuk

Dari awal pemberangkatan, gue udah nuduh palsu kemah kali ini pasti tidak berjalan mulus.  Ternyata benar, kegiatan yang udah dirancang asyik berubah menjadi kegiatan yang amburadul. Ini menjadi perkemahan sabtu minggu yang cemen juga menantang buat gue. Ok, Here we go.

Upacara pembukaan persami

Hari pertama, perasaan gue setelah tiba di lokasi udah nggak enak. Perasaan ini jadi semakin nggak enak pas tahu bahwa kami mendapat kavling yang kacau berantakan, kaya kapal pecah. Tempat yang sama sekali tidak ideal untuk bercinta, eh, berkemah.

 Gue merasa seperti seorang kakek yang lagi ngarit di kebun. Memotong semua rumput dengan bringas buat dibawa pulang. Pas udah sampe rumah, rumputnya di makan pake nasi. sendirian. Takut ada yang minta. 

Hari pertama G-A-T-O-T: Gagal total. Pertama kami disambut guntur menggelegar saat upacara pembukaan. kami menyiapkan segala peralatan untuk berkemah sampai sore. Tiba malam harinya, semua tenda hanyut, kebanjiran. Perkemahan banjir deh. semua barang hanyut tapi, kok bangke mantan gak ada yak?  hikshikss. *korbangagalmoveon.

Karena hujan deras akhirnya kami pindah ke barak tentara yang gak jauh dari tenda kemah. Proses mobilisasi berjalan penuh hambatan sebab ternyata banyak barang yang dibawa dari setiap regu, sedangkan hanya sedikit orang yang memiliki jas hujan atau payung. Kalo gue adalah syikamaru, pasti udah bilang "hufftt..menyebalkan," sambil berjalan masuk ke dalam barak tentara lalu tidur. Biar ngebantu-bantu nya di dalam mimpi aja. Maunya sih gitu.

Tuhan sungguh adil. Saat regu gue gak bisa makan dari tadi siang, Bukan, bukannya ga bisa masak Tapi emang sih. Oh ternyata di barak itu, kami mendapat satu kardus supply makanan dari panitia yang sungguh sangat baik. Cihuuuyy.. maknyus, hehehe. Well, hujan doa para jomblo ini gak terlalu buruk buat gue. Karena gue juga kan ikutan berdoa tadi. Muehehee.

Malam hari.

Gue merasa kurang cocok tidur di barak tentara atau karena sangat cemen. So, gue tidur di mushola munyil berbentuk persegi di kawasan kemah ini. daaan yaa... mungkin Allah bisa anggap itu sebagai ibadah :D. Ihiiiy.


***

Untung gue selamat

Esok harinya we are like soldier. Dari senam pagi, outbond, hingga kompetisi total dilaksanakan bareng om-om tentara.  Gue juga sempat nyobain simulasi terjun dari helikopter. Good experience!

Ok, ini yang sebenarnya.

Andaikan ada mantan di situ, gue tendang dia sebelum sempet pake perlengkapan. Wakakakak!
Trus gue turun dengan wajah sumringah. Then, gue tangkep dia di bawah .Gue memandang kedua bola matanya, dia memandang gue juga. kami saling tatap mata. Agak lama. Balikan deh.

AAHH APA SEHH??

lanjut ke cerita.
Sial, Malam kali ini tidak hujan. tidak ada supply makanan, tidak ada bangke mantan yang hanyut. Hm.

Malam ini tidak hujan dan ada yang percaya karena benda ini...

Gue rasa Harry potter bakal mengutuk tempat ini secepatnya! 


Be honest, gue lebih suka jelajah malam karena gue terlahir secara adventure (jangan tanya gimana gue lahir) but, justru kegiatan jelajah malam dibatalkan. Alternatifnya kami langsung melaksanakan ritual: yang gue anggap aneh api unggun. Lihat deh cantik banget api unggunnya. Benar-benar unggun kan?

Sorry yang disamping bukan pemadam kebakaran.


Saat sesi pementasan, kami para sahabat juga menyanyikan lagu kenangan untuk alm. Hapi Afiprestiadi. lagu yang berjudul "jangan bersedih" ini adalah karya beliau sendiri (bersama band: troubledown).

Di tengah malam yang sunyi ini, hawa dingin di perkemahan sedikit-sedikit membuat bulu kuduk gue berdiri. Suasana hening juga gelap karena hanya ada beberapa titik lampu di kawasan perkemahan. Gue membawa senter di tangan lengkap dengan sarung menyelimuti nganu. Abisnya dingin sih! jadi bukan bulu kuduk gue doang yang berdiri. ssst. Akhirnya berdiri kan. Maksudnya gue berdiri dan melangkah dengan pasti. *hayofokusgaes!

Gue sampai di suatu bangunan tua di samping pohon yang sama-sama tua. Pohon yang satunya lebih muda sih. Mereka bercengkrama, sementara Gue memberanikan diri masuk ke ruangan itu. Gue melihat ke setiap sudut, mencari sisi yang nyaman. Andya! gue tidur. yap, gue tidur sangat khusyuk dengan berjamaah di musholah. tanpa Imam tanpa wudhu tanpa iqamah. Hahaha. Problem solved right! 


***

Paginya untung gue nggak di-sholatin.

Hari terakhir agendanya adalah Bakti sosial dan benah lokasi. Gue sebagai ketua sangga ikut serta dalam bakti sosial door to door ke rumah warga Desa Paliyan. Karena keterbatasan bahasa, gue paksa aja buat berbicara menggunakan bahasa nasional (baca: Indonesia). Beruntung si Empu rumah mengerti apa yang gue ucapkan. Namun, tiba-tiba mereka membalas gue dengan berbicara menggunakan bahasa setempat (baca: jawa). You know what's the next? gue melongo. Hampir menjatuhkan kantung plastik yang ada di tangan gue. Mirip adegan sinetron saat si aktor tau bahwa pasangannya selingkuh. Gue gagal paham. Intinya gue mangguk-mangguk aja deh. Berharap tidak ada perselingkuhan diantara aku dan pemilik rumah. Lho kok? Ah maafkan saya. Abisnya anak sampean ayu..e , Bu. Muehehehe. #mulaimoveon.

Siang hari setelah semua sudah beres, kami kembali ke sekolah.



So, thank a lot teruntuk para DA (Dewan Ambala), cah PMR (Palang Merah Remaja), om-om Tentara, dan para guru pembimbing serta teman-teman yang telah berpartisipasi dalam acara PERTIKA BUMA ini. Semoga menjadi awal yang baik untuk kita semua.
DA (Dewan Ambala) putri BUMA


Depan: Keamanan, Belakang: barisan para mantan cah PMR BUMA.


Beberapa bu Guru pendamping.


dan...


hay....!





more stories coming up...    bye all..!